Langsung ke konten utama

Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu Semarang
Semarang merupakan ibukota dari Provinsi Jawa Tengah. Sebagai salah satu kota  yang sudah ada sejak jaman belanda tentunya memiliki bangunan bangunan yang bersejarah. Salah satu bangunan yang mungkin banyak orang sudah ketahui adalah Lawangsewu.

Lawangsewu terletak di dekat balai kota Semarang deket jalan Pemuda. Jika kita pergi kesemarang dari Jogja dengan menggunakan travel Joglosemar, kita dapat turun di pemberhentian akhirnya di jalan pemuda. Jalan jalan sedikit sampai lah kita, kalo belom sampe ya, cukup tanya orang yang ada kanan dan kiri kita.

Oia satu hal yang  membuat saya sedikit kecewa saat kesana yaa,... dikit bgt pejalan kaki di sekitar jalan itu ya dan panassssss banget. tapi setelah masuk wilayah
Lawangsewu pokoke wow... Bagus,
Dulu pernah beraksi
Berikut ini poto poto yang berhasil saya dapatkan "Sendiri" an. Oke, ku memang sendirian ya kesananya . Mungkin bagi yang cengeng n g pernah jalan jalan sendiri hal ini akan terlihat ngenes #skip.

Lawangsewu berasal dari bahasa jawa yang berarti seribu pintu. Gedung ini pada awalnya didirikan sebagai gedung NIS atau Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Intinya si perusahaan pertama yang mengurus atau lebih tepatnya disebut sebagai perintis perkereta apian di Indonesia. Untuk penjelasan lebih lanjutnya yaaaa silahkan datang sendiri hehehe

apa aja yang pernah dihitung dengan ini ya
Sekarang gedung ini, dijadikan museum kereta. Di tempat tersebut kita akan disuguhkan hal hal yang berkaitan dengan sejarah perkereta apian di Indonesia. Disana ada peta peta jalur kereta dari jaman yang mungkin kakek dan nenek sayapun belum lahir. hmmmm entah lah yang jelas lama sekali. disana juga terdapat pernak pernik yang digunakan untuk kereta api jaman dulu seperti tiket yang masih menggunakan cetak tangan, terus juga ada alat hitung seperti yang di kiri ini.

dan tentu saja ada kereta api. 

Oia lawangsewu kan menurut certa cerita yang beredar di sekitar kita katanyaangker ya. Mungkin ini untungnya jalan sendiri (hehehehe) saya bisa melakukan penelusuran secara gaib (haseeek berasa pilem pilm di tipi #bercanda). Di Lawang sewu saya mencoba untuk melihat lihat #nyasar ke arah loteng, ternyata ada ruangan yang cukup luas loh.

Berikut ini saya buat video penelusuran saya dan berhubung suara video aslinya kecil bgt jadi saya meminta teman saya untuk membuat narasi bersama, selamat menyaksikan 




Postingan populer dari blog ini

Main ke Dieng

Tulisan dieng hehehe Apa yang kalian pikirkan bila mendengar kata Dieng?? Dingin?? ya benar, Telaga warna?? ya itu pun benar hmmmmm....., gas beracun . yah sayangnya itu juga benar, tapi jangan takut jangan khawatir, justru inilah istimewanya Dieng. Kalau di analogikan yaa tak ada mawar yang tak berduri. " ada tuh........"  haeeee oke Sekarang ku mau cerita tentang perjalanan kami (saya dan dwi) menuju Dieng.... dug dug dug dug besssssssss........... (ceritanya ada sound effectnya :) ) Ngintip Telaga warna Perjalanan kami tidaklah mudah, Kami dari Jogja menuju Dieng menggunakan sepeda motor matic. dan si Dwiyanti kusumawardaniiih ( nama sengaja disamarkan)  itu dengan menyebalkannya membawa barang yang super duper banyak...

Perjalanan Ke Solo lalu Sangiran

Kita di ring of firee... Nenek moyang ku dan kini aku Hmmm bagaimana pak tesis saya,...  With lucy Neng Setasiun balapan kuto solo jadi kenangaaan kowe karo akuuuuu uuuuu janjimuuuuu ... udah lupa ahahaha Kayaknya foto fotoku dah g masuk solo deh, hmmm.,,, lebih tepatnya ku lagi poto2 di museum sangiran. Di museum museum ini banyak terdapat koleksi koleksi lucuuu..., ada si lucy ada gimana cara para arkeolog ngegali fosil fosil, ada banyak deh Jujur si ku dari dulu memang susah sekali belajar tenang sejarah, Jadi jangan terlalu heran kalo ku g begitu hapal ini fosil apa lah ini tulang apa lah. dah cukup segitu aja Oia, Foto ini di ambil oleh Asti 2014, thx yaaa

Puncak Prau Dieng bag 1

Pemandangan dekat Pos 2 Jalur Patak Banteng Prau Dieng Beberapa hari yang lalu saya mendapat kesempatan untuk mencoba mendaki gunung bersama ke empat teman saya yang keren gila hahaha... Pendakian Puncak Prau Dieng Pendakian pertama saya di awal bulan Juni. Ada dua jalur yang biasa di gunakan untuk para pendaki untuk mencapai puncak prau, salah satunya adalah jalur pendakian patak banteng. Oke dari Jogja saya bersama temen2 naik travel ke wonosobo dgn ongkos sekitar 50rb ato berapa gtu, udah rada lupa. maklum lah suda tua. Sesampai di Wonosobo kami naik bus kecil kearah Dieng, ongkosnya 10rb, tapi kadang kadang kalo kita clingak clinguk kayak org ilang kita bakal dikasi tarip 15rb, jadi yaaaa usahakan kalo klian udah sering bolak balik dieng dan kasi uang pas. Sebagai pendaki pemula saya pun mulai cengar cengir liat banyak pendaki pendaki keren dgn penuh keringat bawa tas gede habis turun gunung dgn kerennya. dalam hati gw bilang " gueeeeeh bakal sekeren itu nantinya h...